#20 The Goal: A Process of Ongoing Improvement

113934

Judul : The Goal: A Process of Ongoing Improvement
Penulis : Eliyahu M. Goldratt & Jef Cox
Penerbit : North River Press
Tahun cetakan : 2004 (First published in 1984)
Jenis : Paperback
ISBN : 0884271781

Sebagai orang yang bukan berlatar belakang dari bidang ekonomi manajemen, buku The Goal: A Process of Ongoing Improvement harus menjadi buku Manajemen pertama yang sangat saya nikmati.

Alex Rogo adalah seorang Manajer Pabrik di sebuah industri di Amerika. Dalam kaitannya dengan topik manajemen, Alex mengalami berbagai macam masalah yang dapat menentukan kelangsungan hidup industrinya. Perusahaannya sudah lama tidak mengalami keuntungan, proses produksi barang kerap mengalami masalah hingga berujung pada keterlambatan produk saat shipping ke konsumen. Jika kejadian ini terus-menerus terjadi, grup perusahaan di atasnya akan menghentikan produksi barang hingga mengakibatkan posisinya serta seluruh karyawan yang bekerja di bawahnya akan diberhentikan dari pekerjaan.

Seakan belum cukup masalah yang dihadapi oleh Alex, keluarganya pun berada di ambang kehancuran. Kesibukannya di pekerjaan membuatnya tidak sempat menghabiskan waktu dengan istri dan anak-anaknya. Dengan masalah-masalah tersebut, bagaimana Alex dapat menyelesaikan persoalan baik di bidang pekerjaan maupun di kehidupan pribadinya?

Jawabannya ialah ada pada manajemen yang tepat. Di sini, Goldratt dengan cemerlang memperkenalkan pembaca pada teori manajemennya (Theory of constraints) melalui tokoh bernama Jonah. Pembaca akan mengikuti alur berpikir Alex berdasarkan teori yang diangkat oleh Jonah sehingga mereka tidak hanya diperkenalkan teorinya, tetapi juga diajari bagaimana mempraktikkan teori pada kasus-kasus yang terjadi di perusahaannya. Menariknya lagi, dalam memecahkan masalah perusahaan, Alex sering mempraktikkan alur berpikir yang didapatnya selama mencari solusi perusahaan, di dalam kehidupan pribadinya. Sehingga secara bersamaan, pelan-pelan Alex dapat mengurai benang kusut baik yang terjadi di perusahaan maupun di kehidupan pribadinya.

Dari segi cerita, saya sangat menyukai tema cerita yang ditulis oleh Goldratt karena selain saya dapat menikmati cerita, saya belajar banyak hal hanya dari membaca buku ini. Untuk karakterisasi, Goldratt piawai dalam menyuarakan keahliannya dalam bidang manajemen melalui tokoh Jonah. Tidak heran kalau banyak yang menghubungkan Jonah sebagai Goldratt sendiri.

Alasan saya membaca buku ini sebenarnya ialah karena saat ini saya bekerja di sebuah industri yang sangat berbeda dengan industri yang sebelumnya saya tekuni. Sebagai seorang awam, saya berusaha mencari solusi bagaimana supaya saya setidaknya bisa catch up dengan keilmuan yang sama sekali berbeda dengan latar belakang pendidikan saya. Buku The Goal ini saya rasa sangat cocok untuk dibaca oleh siapapun, bukan hanya mereka yang bergelut di bidang korporasi karena, sama seperti yang dilakukan oleh Alex, kita dapat mengaplikasikan teori manajemen Goldratt dalam kehidupan sehari-hari kita.

Tenang, tidak perlu takut dengan bahasan yang kesannya berat, karena kenyataannya buku ini sangat ringan untuk dinikmati dengan secagkir teh di sore hari 🙂

Strange Library

WhatsApp Image 2017-08-15 at 14.43.10

Judul : Strange Library
Penulis : Haruki Murakami
Penerbit : Harvill Secker
Tahun cetakan : Dec 2014
Jenis : Paperback
ISBN : 1846559219 (ISBN13: 9781846559211)

The story begins when a nameless boy suddenly has an urge to find out how taxes were collected in Ottoman Empire. It is not an urgent matter, honestly, It is more because his mother told him ever since he was little that he needs to go to the library everytime he does not know something.

The tale is charming and the illustration is so beautiful. The characters are unique. You will meet a sheep man who is good in making delicious doughnuts, a very beautiful girl who can talk only with her hands, and so a creepy old man who is ready to enjoy eating your brain.

As I expected from the start, you will experience ‘loneliness’ when reading Murakami’s stories, and of course including this one~ I can also feel the sadness ●﹏● This book is so strange –strangely pleasurable. Since I am not a literature expert, I am left with a big question in my head. Are the other characters the boy met existed? Both reality and dream seem interwined so you can not tell whether the boy is dreaming or not. However, I can never get bored when re-reading Murakami’s books.