harta yang sebenarnya

Beberapa waktu yang lalu, ayah saya pernah menasehati saya mengenai harta sebenarnya yang manusia miliki. Nasehat yang beliau berikan konon dia ambil dari buku salah seorang Imam yang saya tidak ingat siapa. Kalau tidak salah Imam Ghazali, karena beliau sering sekali menasehati saya hal-hal dari yang beliau dapatkan dari sang Imam (Hehe, ini saya ngasal sih sebenarnya, karena Ghazali adalah Imam yang sangat saya kagumi : P).

Pada dasarnya, harta terbagi dalam 3 fungsi

  1. harta yang akan habis
  2. harta yang akan diwariskan
  3. harta yang kita amalkan

dari ketiga fungsi di atas,  menurut kalian, harta manakah yang sebenar-benarnya dimiliki oleh manusia?

Tidak ada : ) semua yang kita miliki selama ini memang hanya titipan. Tidak ada yang kita miliki, karena ketika kita harus kembali padaNya, maka kita tidak akan membawa sedikit pun harta banda dunia kita. Inilah yang pada awalnya saya pikirkan. Namun ayah saya berkata lain : )

Menurut ayah saya, harta yang sebenarnya adalah harta yang kita amalkan untuk orang lain. Dialah harta yang dihisab oleh Allah di akhirat nanti. Jadi, meskipun secara kasat mata kita seakan-akan hanya dititipkan harta oleh Allah swt., yang sebenarnya adalah kita masih memiliki harta di dalam perhitunganNya.

2 thoughts on “harta yang sebenarnya

  1. Sebagaimana hadits Nabi saw. Kaya yang sesungguhnya bukan kaya harta, tapi kaya jiwa (hati). Orang yang kaya hati, berapapun harta yang dimilikinya akan memberikan manfaat untuk orang-orang di sekitarnya. Anda beruntung punya Bapak yang menasihati anaknya dengan hikmah. Salam takzhim untuk Bapak 🙏

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s