#3 Wishful Wednesday

Memasuki tahun baru, saya memutuskan untuk kembali aktif di blog buku ini. Secara ya, Alina baru saja menyelesaikan masa-masa lumayan menantang sepanjang tahun 2016 lalu hingga tidak banyak menulis ulasan buku yang sempat dibaca.

By the way, tahun baru artinya memasuki usia baru. Saya menemukan satu buku menarik yang ingin sekali dibaca, yaitu Your Fatwa doesn’t apply hereuntold stories from the fight against muslim fundemantalism  oleh Karima Bennoune. Buku ini sudah terbit semenjak beberapa tahun yang lalu, namun karena alasan kesibukan, belum sempat saya cari juga.

51y04g7i2btl-_sx329_bo1204203200_

 

In Lahore, Pakistan, Faizan Peerzada resisted being relegated to a “dark corner” by staging a performing arts festival despite bomb attacks. In Senegal, wheelchair-bound Aissatou Cissé produced a comic book to illustrate the injustices faced by disabled women and girls. In Algeria, publisher Omar Belhouchet and his journalists struggled to put out their paper, El Watan (The Nation), the same night that a 1996 jihadist bombing devastated their offices and killed eighteen of their colleagues. In Afghanistan, Young Women for Change took to the streets of Kabul to denounce sexual harassment, undeterred by threats. In Minneapolis, Minnesota, Abdirizak Bihi organized a Ramadan basketball tournament among Somali refugees to counter the influence of Al Shabaab. From Karachi to Tunis, Kabul to Tehran, across the Middle East, North Africa, South Asia, and beyond, these trailblazers often risked death to combat the rising tide of fundamentalism within their own countries.

But this global community of writers, artists, doctors, musicians, museum curators, lawyers, activists, and educators of Muslim heritage remains largely invisible, lost amid the heated coverage of Islamist terror attacks on one side and abuses perpetrated against suspected terrorists on the other.

A veteran of twenty years of human rights research and activism, Karima Bennoune draws on extensive fieldwork and interviews to illuminate the inspiring stories of those who represent one of the best hopes for ending fundamentalist oppression worldwide.

Dari deskripsi yang saya baca di situs Amazon, saya akan menemukan wawancara yang dilakukan oleh Karima Bennoune mengenai orang-orang yang melawan fundamentalisme masyarakat dalam beragama. Karena belakangan di negeri ini isu fundamentalis sangat santer diperbincangkan, saya penasaran dengan isi dari buku ini. Seperti biasa, membaca isu-isu yang berat membutuhkan pikiran terbuka saat membacanya. Artinya, kita harus siap mendapati informasi apapun yang ada di dalam buku, tidak peduli apakah info di dalamnya sesuai atau tidak dengan keyakinan awal kita.

Minggu depan saya akan coba cari di beberapa toko langganan. Kalau sudah ketemu, saya akan coba membaca buku ini dengan santai karena, ehm, memang buku ini akan menjadi salah satu buku terberat yang akan saya coba selesaikan tahun ini. Mengingat soal kerjaan dan beberapa proyek yang ingin sekali saya kerjakan, saya jadi terpacu untuk lebih bisa memanfaatkan waktu saya dengan sebaik-baiknya.

FEATURED PHOTO BY KEVIN MUELLER FROM UNSPLASH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s