#15 Kahve; Shamrock & Raven

Saya mendapatkan buku ini gratis langsung dari penulisnya. Sebenarnya saya sudah mulai membaca karangan beliau sejak saat masih duduk di bangku kelas dua SMP. Namun di dalam mengulas novel pertamanya yang diterbitkan ‘resmi’ seharusnya saya dapat bersikap sedikit lebih netral, tetapi saya yakin selalu akan ada kecenderungan setiap kali mengulas buku.

unnamed (3)

Judul : Kahve, Shamrock and Raven
Penulis : Yuu Sasih
Penerbit : De Teens
Tahun cetakan : Mei, 2015
Jenis : Paperback
ISBN 13 : 9786022558941
Rating : 4/5

Kencana pergi ke Jakarta untuk menyingkap rahasia mengapa kakaknya, Saras, bunuh diri. Ia bahkan menempatkan dirinya di fakultas yang sama seperti Saras demi memaksimalkan upaya pencariannya. Di dalam perjalanannya, Kencana bertemu dengan Rasyi, pacar Saras, dan Linda, perempuan cantik yang menjadi sahabatnya. Ia juga bertemu dengan Farran, barista nyentrik yang sebelumnya elah melakukan tasseo (ilmu meramal dengan memanfaatkan ampas kopi atau daun teh) keberuntungan pada cangkir kopi kakaknya yang, entah mengapa justru sebaliknya, mengantarkan pada kematian si empunya.

Cerita yang diangkat di dalam buku ini tidak biasa. Ada beberapa isu yang ingin diungkap oleh sang penulis, beberapa yang baru bisa saya tangkap ialah isu-isu seperti bunuh diri, pelecehan seksual, LGBTIQ, kesetaraan, dan pencarian jati diri. Banyaknya isu yang ingin disampaikan menjadikan penulis tidak terlalu menjelaskan secara mendetail isu-isu tersebut. Sehingga, saya melihat penyebutan isu-isu tersebut tidak lain ialah mengajak pembaca agar dapat berpikir bahwa isu-isu yang ditampilkan di dalam buku bukanlah sekedar isu yang sederhana.

Alur yang dikemas di dalam novel ini menurut saya juga cukup menarik. Tidak mudah menebak kejutan yang disiapkan oleh penulis, setidaknya hingga mendekati akhir cerita. Mengangkat cerita dengan isu berat dari sebuah kedai kopi menjadikan buku ini menjadi unik, terlebih lagi bagi para pencinta kopi. Saya sangat senang bagaimana sang penulis menggambarkan karakter-karakter di dalamnya berdasarkan jenis kopi. Kepekatan nuansa kopi di dalam buku ini menjadi bumbu yang mengasyikkan, terutama bagi para penikmat kopi.

Sebagai novel pertama yang ditulis, menurut saya Yuu sudah sangat keren. Ada nuansa sureal yang disajikan di dalam buku ini, membuat pembaca bertanya-tanya mengenai hal ajaib yang kelihatannya tidak mungkin sekali terjadi di dunia nyata, namun justru menjadi salah satu kunci dipecahkannya teka-teki. Saya cukup bisa memahami alasan Yuu menulis ini, yakni karena sang penulis juga penggemar karya Murakami.

Saya yakin, kehadiran buku ini bisa ikut mewarnai dunia penulisan populer di Indonesia. Apalagi ditambah dengan semangat penulis terhadap isu-isu sosial, yang di dalam buku ini dikhususkan bagi perempuan, membuat saya sangat menanti-nanti novel berikutnya. Jika isu yang saat ini hanya sekedar perkenalan mengenai ajakan ke pembaca untuk setidaknya berpikir, buku berikutnya saya yakin akan bisa lebih mendalam.

The Picture of Dorian Grey

Di dalam buku ini, Yuu sering menyelipkan sepenggal dua penggal kalimat yang diambil dari naskah karangan Oscar Wilde, The Picture of Dorian Grey. Kisah yang mengangkat tema manusia yang menjual jiwanya agar tetap awet muda dan menawan tersebut menurut saya sangat mengerikan. Ada tiga tokoh sentral yang sering dijakan pola penggambaran tokoh-tokoh di dalam Kahve yang menurut saya akan lebih dipahami saat pembaca sudah pernah membaca Dorian Grey.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s