Keseimbangan

Kematian bukan untuk memisahkan, melainkan menyempurnakan kehidupan. Sama halnya dengan kebahagiaan yang tidak akan pernah menjadi sempurna jika tanpa disertai kesedihan. Jadi, kematian hadir bukan untuk diratapi, namun disambut dengan perasaan siap melepaskan. Yang sulit adalah keterikatan. Manusia secara naluriah tidak pernah hidup sendiri, maka untuk menghindari kesepian, manusia pun menjaga keterikatan yang mereka ciptakan. Sampai pada suatu titik, umumnya mereka akan lupa jika keterikatan yang mereka ciptakan bukan untuk mereka miliki. Jadi, ketika mereka berpisah, kesedihan pun datang. Kesedihan bisa pergi tanpa menyakiti jika sedari awal manusia tidak pernah merasa memiliki keterikatan. Semuanya akan kembali pada pemiliknya. Jadi, perjalanan mereka yang pergi pun sebenarnya perjalanan pulang untuk kembali ke Dia yang adalah pemiliknya.

One thought on “Keseimbangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s