The Count of Monte Cristo

Judul : The Count of Monte Cristo
Penulis : Alexandre Dumas
Penerbit : Bentang
Cetakan 1: Maret 2011
Tebal : 563 hlm

Ringkasan Cerita

Edmon Dantes, pemuda berusia 19 tahun, harus menghadapi dirinya yang dituduh sebagai penjahat dan dikirimin ke penjara bawah tanah Chateau de If dengan tanpa mengetahui kapan ia akan dibebaskan. Setelah berbagai keberuntungan yang telah ia peroleh, yakni akan mampu menikahi gadis yang dicintainya dan akan segera diangkat sebagai kapten kapal, ia tiba-tiba ditangkap ketika tengah melaksanakan pertunangan dengan gadis yang paling dicintainya. Yang mengerikan, penangkapannya Edmond sama sekali tidak tahu atas alasan apa penangkapannya dilakukan.

Karena merasa tidak pernah melakukan kesalahan fatal yang mampu membuat dirinya ditangkap oleh pihak berwajib, Edmond Dantes tetap terus berharap jika ia akan segera dibebaskan. Sayangnya, nasib berkata lain. Bukannya segera diselamatkan, Edmond justru digiring ke penjara dan tak tahu kapan tuduhannya akan berakhir. Tandanya, segala keberuntungan yang telah susah payah berusaha ia dapatkan pun hilang. Ia tidak akan menikahi gadisnya, tidak akan menjadi kapten kapal, dan yang memperihatinkan akan mempertegas situasi ayahnya yang berarti akan sendirian. Dengan diselimuti perasaan ketidaktenangan tersebut, Edmond tetap tak dapat menyelamatkan dirinya.

Di dalam keputusasaannya, Tuhan memberikan takdir yang mempertemukannya dengan pendeta bernama Abbe Faria. Ia adalah seorang kakek yang telah menghabiskan waktunya dipenjarajauh sebelum Dantes difitnah. Pertemuannya berawal ketika Abbe Faria salah memperhitungkan lorong bawah tanah yang tengah ia buat untuk kabur dari penjara.  Bukannya menggali menuju jalan keluar, ia justru menggali menuju kamar tahanan Dantes.  Semenjak saat itu, mimpi Dantes untuk segera keluar dari ruang tahanan pun mulai. Edmond dan Abe Faria berjanji untuk dapat kabur dari penjara tersebut bersama-sama.

Selama penyusunan rencana jalan keluar, Edmond menjalani pendidikkan oleh Abbe Faria. Dari sana, kedekatan di antara keduanya pun semakin berarti antara satu sama lain. Sayangnya,  di akhir Edmond harus pergi kabur dari penjara tersebut seorang diri setelah nasib yang tidak memihak pada Abbe Faria. Abbe Faria mati, meninggalkan gunungan harta karunnya kepada Edmond. Berbekal harta dan kecerdasannya tersebut, Edmond mulai melancarkan balas dendam pada orang-orang yang dahulu telah menimpakan ketidakadilan hidup padanya.

Setelah 14 tahun dipenjara, selama hampir 10 tahun Edmond Dantes yang telah mengubah namanya menjadi Count of Monte Cristo, akhirnya pelan-pelan mulai melancarkan aksi balas dendamnya. Ada tiga orang paling bersalah yang menyebabkan dirinya harus menderita penjara, kehilangan ayahnya dan tunangannya. Mereka adalah Baron Danglars seorang bankir yang tidak menyukai Dantes sebagai kapten, jaksa penuntut Umum Villefort yang bukannya menyelamatkannya dari tuduhan justru semakin menambah penderitaan Dantes dengan tetap mengirimkannya di penjara, dan Count of Morcerf yang iri dengan Dantes karena dicintai Mercedes. Dengan kekayaan dan kecerdasannya mengatur siasat, Count of Monte Cristo dapat memperoleh kekuasaan untuk melakukan pembalasan dendam pada ketiga orang itu. Apakah upaya balas dedam itu berhasil dilakukan? Memangnya, seberapa besar kekayaan Count tersebut sampai ia yakin mampu membalaskan dendamnya? Yang jelas, satu hal yang dikenalkan oleh Alexandre Dumas di dalam novel ini ialah bahwa semua kebijakan manusia akan termuat di dalam dua kata, yakni tunggulah dan berharaplah!

Buku ini benar-benar sangat menarik. Di mana tema-tema seperti harta karun, balas dendam, keberanian, kekuasaan, pengkhianatan, dan sebagainya digabung menjadi satu. Penuh dengan intrik dan heroik. Penuturannya begitu mengalir, tidak ada yang sia-sia di dalam setiap deskripsinya sehingga pembaca akan merasa nyaman ketika membacanya. Di samping itu, ada banyak sekali kejutan di dalamnya sehingga cerita kadang-kadang sampai sulit ditebak.

Saya sedang memaksa diri saya untuk banyak membaca buku-buku klasik, terutama yang well-written semacam ini. Saya rasa saya lebih menikmati buku ini ketimbang judul lainnya yang pernah saya baca, the Three Musketeers Les Trois Mousquetaires. Yang jelas, ini adalah buku yang tidak akan pernah ditinggalkan sepanjang masa. Ceritanya benar-benar bagus sekali.

4 thoughts on “The Count of Monte Cristo

  1. keren. kayaknya saya belum sanggup baca novel setebel itu dalam bahasa inggris, apalagi bentuknya ebook, nggak tahan baca lama di layar komputer. saya justru tahunya judul cerita ini dari plesetannya di kartun The Simpsons. tapi disitu ceritanya si Homer difitnah berkhianat kepada perancis yang lagi gak suka2nya sama inggris. trus pas ditangkep polisi, sirenenya pake suara dari mulut, “neee neee neee neee..” 😆 keren blog bukunya. 🙂

    Like

  2. terima kasih ya, Ilham!! sudah mengkomentari pertama kali! 😀 eh, aku gak pernah nonton TV, bahkan simpsons juga loncat-loncat jadi, gak pernah tau itu ada yang begitu… iya, ya. ngomong-ngomong mataku juga minusnya nambah, dan ya, aku juga masih baca di komputer. bahasa inggrisku juga masih jelek, bikin waktu bacanya makin lama. Semoga harga buku semakin murah, seperti di China dan India :’)

    Like

  3. Saya pernah baca versi adaptasi dari novel ini.
    Sesuatu yang membuat saya takjub adalah ketika harapan si Edmon Dantes bangkit kembali karena ada kesempatan untuk membalas dendam. Inikah syarat untuk meraih kebangkitan jiwa seseorang, dengan menanamkan dendam di hatinya?

    Like

    • iya si, banyak novel yg mengangkat tem kebencian. tapi tidak mesti dendam, menurutku, asalkan dilandasi emosi, tekad yang sgt kuat untuk mencapai yang diinginkan 😀

      Like

Leave a Reply to alinaun Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s